Jumat, 24 Desember 2010

Sakaratul Maut dan Kepedihannya

Al - Qur'an telah mencurahkan perhatian yang cukup tentang datangnya saat - saat kematian. Dalam berbagai ayat, Al - Qur'an telah menyebutkan empat ayat yang jelas - jelas telah menyebutkan saat - saat kematian.

"Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan." (al-Waqi'ah:83)

"Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai k kerongkongan." (al-Qiyamah:26)

"...Alangkah dasyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang - orang yang zalim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya..." (al-An'am:93)

"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar - benarnya." (Qaf:19)

Begitu juga beberapa hadis Rasulullah yang menjelaskan saat-saat kematian datang, sakaratul maut dan sesakit apa kepedihannya ?! Rasulullah saw. bersabda "Cara malaikat maut mencabut nyawa itu lebih kejam daripada seribu sabetan pedang. Dan tidak ada satu orang beriman pun yang mati kecuali setiap keringat akan terasa sakit sekali."

Ummul Mukminin,Aisyah r.a. pernah juga meriwayatkan sebuah hadis tentang perasaannya saat melihat Rasulullah wafat, "Rasulullah telah wafat di antara tulang paha dan tenggorokan serta lekukan daguku. Selamanya aku tidak pernah lagi merasa benci dengan dasyatnya kematian siapa pun setelah Rasulullah."

Aisyah juga pernah mengatakan, "Di tangan Rasulullah saat itu terdapat sebuah mangkok yang berisi air. Kedua tangannya lalu dicelupkan ke dalam mangkok tersebut dan beliau mengusapkannya ke muka sambil mengatakan, 'Lailaha illa Allah, kematian itu didahului oleh sakaratul maut.' Kemudian baru mengatakan, 'Bersama Allah' hingga nyawanya dicabut dan tangannya tidak bergerak."

Mari kita renungkan bagaimana dasyatnya sakaratul maut yang dialami oleh Muhammad saw.., meski beliau adalah seorang nabi dan Rasulullah.Lalu bagaimana dengan kita manusia biasa ?! Dasyatnya kematian dan sakaratul maut yang dialami Rasulullah dan para nabi serta rasul yang lain menyimpan sebuah pelajaran penting, yaitu selayaknya seorang hamba mengerti seberapa sakit kematian dan tau bahwa kematian adalah peristiwa yang tidak tampak. Sebagian orang mungkin ada yang memerhatikan orang yang  hampir mati, dan tidak tergerak atau merasa takut sedikitpun. Dia juga mengetahui bahwa begitu mudah nyawa keluar, lalu menyangka bahwa kematian adalah hal yang mudah. Namun, hakikatnya dia tidak bisa merasakan kondisi sebenarnya yang dialami oleh orang yang akan mati.
Para nabi yang selalu jujur telah menyampaikan kisah tentang pedihnya kematian meski mereka menempati kedudukan yang tinggi di hadapan Allah dan sebagian juga ada yang dicabut nyawanya dengan mudah. Hal ini bisa berarti bahwa makhluk - makhluk yang lain pasti akan merasakan pedihnya kematian dan pasti orang yang akan mati akan merasakan kesakitan yang tiada tara.

Barangkali diantara kita ada yang bertanya, "Bagaimana mungkin para nabi dan rasul sebagai orang yang dicintai Allah mengalami kepedihan saat akan wafat dan sakaratul maut, sedangkan Allah mampu meringankan rasa sakit tersebut?" Jawabanya adalah bahwa orang yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian baru orang - orang yang setingkat dengan mereka sebagaimana dalan hadis yang sahih.

Jadi, Allah hendak memberikan cobaan sebagai pelengkap kelebihan dan mengangkat derajat mereka. Hal itu bukan berarti mengurangi hak dan menyiksa mereka. Namun, lebih tepat sebagai pelengkap kelebihan dan timbangan untuk mengangkat derajatnya. Tentunya, para nabi dan orang - orang yang setara juga menerima kehendak Allah tersebut dengan ridho. Begitulah, Allah hendak menutup perjuangan mereka dengan kepedihan kematian tersebut, walaupun Allah sebenarnya mampu meringankan dengan harapan kedudukan mereka akan semakin terangkat serta pahala mereka diperbanyak sebelum wafat.

Setiap makhluk pasti mengalami sakaratul maut menjelang ajal tiba. Tidak ada bedanya antara makhluk langit dan yang di bumi, makhluk yang tampak maupun yang tidak tampak.

setiap orang akan merasakan dan menelan seteguk air dari gelas kematian. Allah swt. elah berfirman, "Tiap - tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." (al-Anbiya:35)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar